Penjelasan Isolated vs Cross Margin
Perbedaan antara isolated dan cross margin, trade-off risikonya, dan mode mana yang cocok untuk gaya trader yang mana.
Isolated margin
Dalam isolated margin, hanya margin yang kamu alokasikan ke sebuah posisi yang berisiko. Jika terlikuidasi, kerugian dibatasi pada margin itu dan sisa saldomu tidak tersentuh. Ini adalah default yang lebih aman untuk trade ber-leverage tinggi.
Cross margin
Dalam cross margin, seluruh saldo akunmu menopang posisi. Itu mendorong harga likuidasi lebih jauh, tetapi satu trade buruk bisa menguras seluruh akun, bukan hanya margin satu posisi.
Mana yang dipakai
Sebagian besar trader menggunakan isolated untuk setup ber-leverage tinggi dengan risiko terdefinisi, dan cross untuk posisi ber-leverage rendah yang mereka kelola atau hedge secara aktif. Trade-off-nya: isolated membatasi kerugianmu; cross menurunkan risiko likuidasi tetapi menaikkan kerugian maksimummu. Bagaimanapun, periksa dulu harga likuidasi.
Tanya jawab
Mana yang lebih aman, isolated atau cross margin?
Isolated lebih aman untuk membatasi kerugian — hanya margin yang dialokasikan yang berisiko. Cross margin lebih sulit terlikuidasi tetapi mempertaruhkan seluruh saldomu.
Kapan saya harus menggunakan cross margin?
Cross cocok untuk posisi ber-leverage rendah yang kamu kelola atau hedge secara aktif, di mana kamu ingin trade bertahan menghadapi volatilitas tanpa menambah margin.
More guides
Hanya untuk informasi — bukan nasihat keuangan. Jelajahi data langsung di hub pasar.